Halo...
Saya mau ngeshare tentang pengalaman Bisma SMASH waktu dikeroyok sama geng motor nih, yang sampe membuat kak Bisma kehilangan setengah jari telunjuk kirinya. Ini sebenernya udah lama banget saya simpen di buku catatan khusus smash yang emang sengaja saya sediain, Ini saya dapet info nya dari teman smashblast yang lainnya juga. Kalo ada kesalahan mohon maaf yaaa :) #SalamDamai
Note: Sudut Pandang diambil dari kak Bisma
Bisma Said:
Peristiwa itu terjadi pada tahun 2007 di Bandung sekitar jam 11 malam dan saya baru pulang dari ambil barang yang tertinggal di rumah teman gara-gara geng motor yang lagi marak-maraknya, banyak jalan yang dikuasain sama mereka dan nggak sengaja bisma ngelewatin jalan yang rawan dilewatin mereka.
Tiba-tiba segerombolan pengendara motor menghadang saya, mereka bukan anggota geng motor lain. Saya juga kasih apa aja yang diminta. Seluruh isi tas, dompet, Hp, dan lainnya. Saya betul-betul shock dan bingung. Dan terakhir mereka minta helm yang saya pakai. "Jangan Melawan" Kata Mereka.
Saya sudah beri semuanya dan tidak beri perlawanan. Tiba-tiba mereka bantai saya. Saya tidak ingat benda tajam apa yang menghujani saya. Saya hanya bisa berteriak menahan sakit, menbaca istighfar dan tangan saya berusaha melindungi kepala. Saat kejadian itu saya ngga pingsan sama sekal. Saya sadar krtika sejumlah orang datang menolong dan membawa saya ke rumah sakit. Baju putih saya penuh darah, sambil menahan sakit, saya menyaksikan darah yang mengucur dariseluruh tubuh.
Tangan kanan saya juga sudah ngaplek, ngga bisa diapa-apain. Tubuh ngga bisa digerakin, tulangnya juga kelihatan. Saya shock melihatnya. Dalam hati saya berkata "Aduh bagaimana ini saya tidak bisa breakdance lagi.". Luka ada dibagian badan, tangan, kepala dan telinga. Telinga kiri saya robek hampir putus. Jari saya sekarang cuman 9,5. Jari Bisma yang disebelah kiri itu ada yang patah tulang tapi umtungnya udah ngga papa.
Potongan jari saya sudah di kubur, sementara pergelangan tangan kanan masih bisa diselamatkan. Pergelangan tangan kanan dioperasi dan diberi penyangga otot. Kata dokter kalau tangan tidak melindungi kepala, mungkin akan lebih parah dan banyak memori yang hilang. Total ada 250 jahitan diseluruh tubuh.
Alhamdulillah, wajah saya tidah luka. Saya ngga dendam sama sekali sama geng motor, entah mengapa saya ikhlas. Serius, saya sendiri aneh, kok bisa berlapang dada. Padahal sebetulnya saya punya ego yang lumayan kuat. Hanya papa dan mama yang kesal dan ngga terima dengan kejadian itu, kok anak yang dimanja (bisma) dianiaya seperti itu. Justru saya yang menenangkan mama dan papa. Memang jalannya harus begini.
Pemulihan? Saya hanya 2 hari di rumah sakit. Saat itu 3 hari menjelang lebaran. Saya sudah berencana ingin lebaran di kampung, Sumedang. Jadi dalam kondisi masih diperban dan di pen (besi penyangga otot) saya dibawa ke Sumedang. Kebetulan Bibi di Sumedang perawat. Saya pun di rawat disana. Saya lupa berapa lama disana.
Masih sangat trauma, saya ngga berani keluar malam sambil mengendarai motor. Mendengar bunyi keras knalpot aja bikin shock. Pernah, waktu jalan-jalan sama teman pake mobil, ada kumpulan pengendara motor. Jauh sih, tapi bikin saya gemetar hampir pingsan.
Breakdance sudah ngga maksimal lagi. Kalau beraksi pake tangan, ngga kuat lama karena sakit. Kalau headspin masih bisa. Untung luka ngga dinagian kepala. Saya ngga malu sama sekali dengan kondisi jari ngga utuh. Dulu pernah ada ide jari disambung dengan jari yang buatan (palsu) tapi saya menolak. Lebih baik apa adanya.
Sejak peristiwa saya dibantai sekelompok geng motor ditahun 2007, kata dokter saya mengalami amnesia pendek. Sebagian memoro saya banyak yang hilang. Hal-hal baru pun kadang gampang hilang dari ingatan, sejak kejadian itu. Fans yang bertanya mengenai hal ini dan saya jelaskan. Ini memang sudah terjadi dan saya lebih menatap ke depan.
FINISH...
Nahh itulah kisah kak Bisma yang dikeroyok geng motor. Semoga dari kisah kak Bisma ini ada pelajaran yang dapat kita ambil. Terimakasih, kawan. Sampai jumpa ditulisan ku berikutnya! ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar